Jumat, 20 September 2013

tugasiad

Ilmu Alamiah Dasar (2) BAB I ILMU ALAMIAH DASAR 1. Jelaskan definisi ilmu alamiah. Jawab : Ilmu alamiah dasar berasal dari ilmu pengetahuan alam. Ilmu ini kadang disebut ilmu kealaman karena mengkaji struktur dan gejala alam. Ilmu alamiah dasar merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan antar bidang yang materi pokoknya banyak bersumber dari bidang—idang ilmu fisika, kimia, biologi, serta bumi dan antariksa, dalam hal ini merupakan sari-sari dasar atau pengetahuan dasar dari para ilmu pengetahuan alam atau kealaman. 2. Apakah ciri-ciri khusus manusia sebagai makhluk ? Jawab : 3. Mengapa keingintahuan manusia berbeda dengan keingintahuan hewan tingkat tinggi lainnya? Jawab : Karena manusia memiliki kemampuan penalaran yang tinggi dibandingkan hewan, dan kemampuan nalar ini jauh melebihi kekuatan fisiknya. Bagian otak depan (frontalis) merupakan bagian yang berhubungan dengan motivasi diperpanjang seperti diperlukan dalam suatu kerja terencana, bagian otak samping (pelipis) menyimpan informasi pendengaran dan penglihatan yang urutannya sangat menentukan, seperti pengaturan kata dalam kalimat, bidang membran otak memungkinkan manusia melakukan pemikiran yang rumit, abstraksi, evaluasi dan estimasi pada kejadian-kejadian yang akan datang. Akibat kemampuan tersebut, kekuatan berpikirnya melebihi kekuatan fisiknya dan fisik hewan yang kuat, misalnya meskipun manusia tidak mampu mengarungi lautan layaknya ikan, tetapi berkat kemampuan berfikirnya didukung rasa ingin tahu, ia mampu menciptakan kapal. 4. Jelaskan penyebab ilmu alamiah berkembang terus. Jawab : karena besarnya keingintahuan manusia akan gejala-gejala alam yang ada, akibatnya manusia terus mencari-cari penyebab dan cara mencegah gejala alam, misalnya banjir. Mitos-mitos juga mempengaruhi perkembangan ilmu alamiah karena mannusia ingin mencari kebenaran mitos tersebut yang ada kaitannya dengan alam. 5. Apakah mitos dan legenda? Jelaskan Jawab: mitos adalah perkiraan-perkiraan/ dugaan-dugaan manusia (zaman dulu, karena belum berkembangnya pemikiran ilmiah) terhadap gejala alam yang mereka sangkut pautkan dengan makhluk yang luar biasa pula. Mitos adalah sejenis pengetahuan juga yang dapat mengisi wawasan berpikir manusia dalam rangka berkembangnya nalar manusia. Legenda adalah....... 6. Sebutkan tokoh-tokoh yunani pembawa perubahan ke arah pemikiran ilmiah. Jawab : Thales, Anaximander, Anaximenes, Phytagoras, Demokrithos, Aristoteles, Erastothenes, dll. 7. Kapankah pengamatan dapat tumbuh menjadi pengetahuan? Jawab: Ketika suatu proses rasa ingintahu dari apa yang kita amati bisa dibuktikan maka hal itu dapat tumbuh sebagai pengetahuan. 8. Uraikan langkah-langkah yang digunakan dalam menerapkan metode ilmiah. Jawab : 9. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah metode ilmiah untuk menghasilkan kebenaran yang berlaku umum. Jawab : - Permasalahan dan rumusannya. Permasalahan merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan namun tidak ditentukan permasalahan yang spesifik maka menumbuhkan penginderaan yang teliti. Di bagian ini kita menentukan masalah/pertanyaan yang tepat. - Hipotesis. Hipotesis adalah pernyataan dalam bentuk dugaan sementara yang harus dibuktikan. Meskipun tidak semua penelitian menggunakan hipotesis, tetapi hipotesis berfungsi menjadi pedoman dalam pekerjaan penelitian. - Pengujian hipotesis. Merupakan kerja pokok dalam metode ilmiah. Tahap ini merupakan kegiatan mengumpulkan data dan fakta yang relevan berguna untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta yang mendukung hipotesis atau tidak. - Penarikan Kesimpulan. Yang mengacu pada penerimaan dan penolakan hipotesis. Pernyataan dari suatu kesimpulan biasanya sudah merupakan intisari hasil penelitian dan sudah dapat dimasukkan dalam suatu bagian dari kerangka teori. BAB IV SEJARAH KEHIDUPAN 1. Bagaimana ciri-ciri makhluk hidup? Jawab: Pemanfaatan energi, bereproduksi, tumbuh dan berkembang, adaptasi evolusioner, respon terhadap rangsang, homostatis, dan memiliki daur hidup. 2. Sehubungan dengan asal usul hidup menurut beberapa teori, bagaimana prinsip masing-masing teori tersebut? Jawab: - Teori abiogenesis, menyatakan bahwa mahluk hidup berasal dari benda mati. - Teori Biogenesis, meyatakan Omne vivum ex ovo (setiap makhluk hidup berasal dari telur), Omne ovum ex vivo (setiap telur berasal dari makhluk hidup), dan Omne vivum ex vivo (setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya). - Teori kreasi khas, menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghaib) pada saat yang istimewa. - Teori Kosmozoan, menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja. - Teori Evolusi Kimia, menyatakan bahwa kehidupan yang ada di dunia ini muncul berdasarkan hukum fisika kimia. - Teori Keadaan Mantap, menyatakan kehidupan tidak mempunyai asal usul. 3. Bagaimana pendapat Aristoteles tentang asal usul hidup? Jawab: Menurut Aristoteles makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati, ia mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya, walau demikian ia berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur yang terbentuk secara spontan. 4. Jelaskan perbedaan teori asal-usul kehidupan berdasarkan teori Abiogenesis dan Biogenesis. Jawab: Dalam teori abiogenesis menjelaskan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati,begitu pula makhluk hidup sekarang, misalnya ikan berasal dari lumpur yang terbentuk secara spontan. Sedangkan dalam teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang berasal dari telur dan telur berasal dari makhluk hidup. 5. Jelaskan percobaan Stanley.L.Miller tentang asal usul benda hidup. Jawab: Miller mendesain model alat laboratorium sederhana yangg dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey. Ke dalam alat dimasukkanya gas hidrogen, metana, amonia dan air. Alat itu di panaskan selama seminggu, sehingga gas-gas itu dapat tercampur didalamnya. Sebagai penggant halilintar, Miller mengaliri perangkat dengan aliran listrik bertegangan tinggi yang menyebabkan gas-gas membentuk suatu zat baru. Kedala perangkat juga dilakukan pendinginan sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun. Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun dianalisis secara kosmografi. Ternyata air itu mengandung senyawa organik sederhana, seperti asam amino, adenine dan gula sederhana seperti ribose. 6. Jelaskan teori asal usul kehidupan : Teori Evolusi Kimia. Jawab: 7. Jelaskan tentang teori evolusi bioligi menurut Alexander Oparin. Jawab: 8. Berdasarkan pendapat Urey, kondisi apa saja yang mendukung terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer? Jawab: a. Kondisi 1: tersedianya molekul-molekul metana, amonia, uap air, dan hidrogen yang sangat banya di atmosfer bumi. b. Kondisi 2: adanya bantuan energi yang timbul dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis yang menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk molekul zat yang lebih besar. c. Kondisi 3: terbentuknya zat hidup yang paling sederhana yang susunan kimianya dapat disamakan dengan susunan kimia virus, dan d. Kondisi 4: dalam jangka waktu yang lama (berjuta-juta tahun) zat hidup yang terbentuk berkembang menjadi sejenis organisme (makhluk hidup yang lebih kompleks. BAB V MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA 1. Apakah yang dimaksud dengan ilmu lingkungan? Jawab: Ilmu Lingkungan yaitu ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang lingkungan secara umum dan khusus. 2. Mengapa Ekologi merupakan dasar ilmu lingkungan? Jawab : Karena dalam ekologi di bahas tentang hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya. 3. Apa yang di maksud dengan ekosistem? Jawab : Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentukkeseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. 4. Sebutkan dan jelaskan Komponen lingkungan Hidup. Jawab: komponen-komponen lingkungan hidup yaitu: - Abiotic environtment, atau lingkungan fisik yang terdiri atas unsur-unsur air, udara, lahan, dan energi serta bahan mineral yang terkandung di dalamnya. - Biotic environtment, atau lingkungan hayati yaitu unsur-unsur hewan, tumbuhan dan margasatwa lainnya serta bahan baku hayati industri. - Cultural environtment, atau lingkungan kultural sosekbud, yang unsur unsurnya disebut sistem-sistem sosial, ekonomi dan budaya serta kesejahteraan. 5. Begaimana hubungan/ keterkaitan antara komponen-komponen lingkungan hidup? Jawab : udara sejuk, segar dan tidak tercemar tentu saja sangat menyokong kehidupan manusia sebagai lingkungan kulturalnya. Di negeri yang penduduknya telah memiliki kemampuan ekonomi yang kuat, pembangunan fisik sangat menonjol. Jelas terjadi saling keterkaitan antara ketiga komponen lingkungan. Interaksi terjadi pula antar unsur-unsur dalam suatu komponen lingkungan. Unsur air, udara, lahan dan energi di dalam lingkungan fisik, misalnya kualitas air yang dipengaruhi oleh struktur dasar perairan yang merupakan bagian dari lahan. 6. Apa yang dimaksud dengan rantai makanan? Jawab : Rantai makanan adalah suatu sistem kehidupan yang disusun oleh tumbuhan dan berbagai jenis hewan. 7. Berikan contoh rantai makanan dalam kehidupan anda sehari-hari. Jawab : Misalnya, plankton – ikan – kucing – anjing - dekomposer 8. Apa yang dimaksud dengan ekosistem? Jawab : Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentukkeseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. 9. Jelaskan dampak terhadap lingkungan bila terjadi kebakaran hutan. Jawab : Kebakaran hutan menjadikan lingkungan tidak stabil, karena jika hujan maka penyerapan air oleh tumbuhan dan pepohonan tidak berlangsung di areal yang terkena kebakaran. Akibatnya lahan rentan banjir. 10. Jelaskan dampak terhadap lingkungan bila kita menangkap ikan dengan bahan peledak. Jawab : Jika kita menangkap ikan dengan bahan peledak, itu sangat membahayakan terhadap ekosistem laut. Seperti di kampung saya, ada orang-orang yang menangkap ikan dengan peledak, akhirnya komunitas ikan-ikan menjadi berkurang jumlahnya dan lama kelamaan menjadi suatu kelangkaan ikan di daerah tersebut.
Read More ->>

Rabu, 04 September 2013

unnusual experience


THE MOST EXCITING AND CRAZIEST ADVENTURERS
The day took place as usual but suddenly came up to me and asked me to go on holiday to stay in touch once indo island home to my uncle who was in Kambara ,
day off came my friends and go to the port where the ship waited my uncle . Our sea journey about 3 hours , in our journey as welcomed by the seagulls that fly at the edge of the mangrove - verges . today it's really beautiful . indo when he got on the island we immediately lose belongings us from the ship to the bottom of the coconut tree at the seaside . we really had a fun day it was a lot of things we did there , like running along the beach , swimming and boat racing game and see just look the other visitors ,
short story of the day was getting late and we decided to proceed immediately to stay in touch , we also carry the goods back to the ship . Our journey presented in a very beautiful natural scenery that sunset . journey that is so beautiful it seemed to fade away as the ship that we were not able to continue the journey because it was the middle of the shallow river estuary , with the fear of what the animal is in my water and my friends came down to push the boat we were riding but that ship would not budge . and finally we came on board immediately went back, with feelings of fear and cold and hunger on the ship we wait until the water rose up deep enough , and the new ship could go on around 11 pm and we finally arrived at the dock at about the same hour la 1 night , after which we proceeded around 1 hour by foot on our journey through the forest dwellers and township cemetery , the night was very scary for us because when we walked in yelling by people drunk . we arrived at my uncle's house around 2am , after which we slept . This experience was a crazy experience that I will never forget , this is my unusual experience.
Read More ->>

Sabtu, 01 Juni 2013

RESENSI BUKU MENELADANI KEPEMIMPINAN YORITOMO

MENELADANI KEPEMIMPINAN YORITOMO Majalah Bakti, No. 263 THXX Mei MENELADANI KEPEMIMPINAN YORITOMO Judul : Minamoto no Yoritomo: Akhir Kekuasaan Klan Taira Penulis : Eiji Yoshikawa Penerbit : Kansha Books, Jakarta Cetakan : I, Januari 2013 Tebal : 394 halaman ISBN : 978-602-97196-7-3 Kekalahan Klan Minamoto oleh Klan Taira pada perang Heiji masih menyisakan luka yang sangat mendalam. Namun, kondisi negeri saat ini sangat terpuruk akibat keserakahan klan Taira. Tidak sedikit rakyat yang geram atas kepemimpinan klan Taira. Kondisi itu menguntungkan Yoritomo yang ingin melakukan balas dendam dengan menjatuhkan Taira no Kiyomori. Buku kedua dari dwilogi Minamoto no Yoritomo merangkai perjalanan sejarah yang tidak akan dilupakan oleh klan Minamoto. Tibalah waktunya bagi Klan Minamoto untuk melakukan balas dendam atas klan Taira yang sudah meruntuhkan puing-puing klan Minamoto. Kemewahan dan keserakahan akan menghancurkan segala hal yang sudah dicapai. Sejarah mencatat, tidak sedikit kerajaan yang terpecah-belah, bahkan mengalami kehancuran, disebabkan oleh penguasa yang serakah. Inilah kisah detik-detik kehancuran dinasti Taira yang sedang berada di atas awan. Bagaimana tidak, jika digambarkan ada 100 orang, yang sangat takut kepada Nyuudou Kiyomori adalah 100 orang. Sedangkan orang yang membenci Nyuudou mencapai 90 orang atau lebih dalam 100 orang. Hanya sebagian kecil yang tak membenci Nyuudou karena sudah mengenal kepribadiannya. mereka menginginkan Nyuudou tetap menjabat dan memerintah secara riang. (Halaman 23). Salah satu kharisma dari Yoritomo adalah ketika dia dan pasukannya mengalami kekalahan saat perang di gunung Ishibashi. Tentara yang tidak seimbang menjadi penyebab utama kekalahan bagi pasukan Yoritomo. Yakni klan Minamoto hanya berjumlah 300 orang, sedangkan pihak Taira lebih dari 3.000. Walaupun mengalami kekalahan dari klan Taira, Yoritomo dengan gaya kepemimpinannya yang kharismatik membuat semua prajurit tetap dalam api yang berkobar. Yoritomo terlahir sebagai rakyat jelata, tanpa harta tanpa dara penguasa, dan seroang anak yang diasingkan ke Izu. Dia malah dapat memahami buruknya keadaan dan dapat melihat harapan tersebut. Dia sungguh-sungguh berimpati atas semgant revolusi mereka daripada seorang pribadi. (halaman 97). Dengan itulah banyak yang ikut berpartisipasi dan bergabung dengannya untuk menggulingkan klan Taira. Sebagai seorang pemimpin, Yoritomo sangat memiliki karakter yang tegas dan teguh pendirian serta disiplin. Bahkan, ketika bala bantuan sebanyak 20.000 pasukan datang terlambat, dengan tegas dia mengatakan, “Pasaukan 20.000 orang, bahkan seratus ribu orang pun tak ada gunanya jika terlambat. Keterlambatan adalah larangan pertama bagi kaum ksatria…” (halaman 145). Namun kharisma itu tidak memudar dari sosok Yoritomo. Pasukan itu tetap setia menunggu sampai kemarahannya reda. Bahkan, kabar ada bala bantuan ini sampai ke telinga Nyuudou Kiyomori. Setiap kali informasi baru, jumlah pasukan Yoritomo terus bertambah. Harapan Yoritomo untuk dapat menggulingkan klan Taira bertambah besar setelah dirinya bertemu dengan adiknya setelah 20 tahun berpisah. Minamoto no Kurou Yushitsune dialah anak bungsu dari mendiang Yoshitomo yang terpisah dengan saudaranya saat kerusuhan Heiji. Kegagahan yang sudah dicapai tidak terlepas dari peran adiknya, Kurou Yoshitsune. Merasa siap, Yoritomo menunjuk adiknya, Yushitsune, untuk memimpin peneyerbuan ke ibukota. Keberhasilan Yoshitsune menguasai ibukota membuat prajurit dan mantan Kaisar semakin mencintainya. Hal tersebut membuat Yoritomo ingin menyingkirkan sang adik. Di sisi lain, klan Taira siap merebut kembali Ibukota, dan hanya Yoshitsune yang menjadi harapan klan Minamoto. Eiji Yoshikawa memang piawai dalam menghasilkan karya dengan genre fiksi sejarah. Buku kedua ini mengajak kita untuk menyelami jiwa pemimpin pada diri Yoritomo yang berapi-api dalam membela kedaulatan rakyatnya. Di samping menyelami jiwa samurai dalam diri Yoshitsune, yang pandai dalam membuat strategi perang. Jerih payah selama ini menghasilkan wilayah timur sampai Hitachi dan Shinano tunduk kepada Yoritomo. Tapi Fujiwara no Hidehiradi Oushu belum menyatakan akan memihak klan Minamoto. Apalagi wilayah Barat dari Sagami, seluruhnya masih di bawah kekuasaan klan Taira. (halaman 214). Buku ini menjawab rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat membaca buku pertama. Silahkan untuk disimak dalam buku Minamoto no Yoritomo II yang diterbitkan dan ditermahkan oleh Penerbit Kansha (Mahda) Books. Karakter Yoritomo yang tegas dan kuat dalam membawa pasukannya ke pintu gerbang pencerahan patut dijadikan tauladan. Begitu juga dengan prinsip-prinsip ksatria yang terdapat di dalamnya. Yakni ksatria harus menjadi teladan bagi rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Selain tidak melupakan introspeksi diri dan keadaban. Itulah yang diajarkan Yoritomo kepada semua pasukannya. Eiji mengajak para pembaca untuk menyelami kembali sejarah kerajaan Jepang melalui karya sastra. Buah tangan yang satu ini menghadirkan tokoh yang memiliki jiwa pemimpin pada diri Yoritomo, dan jiwa ksatria pada Yoshitsune. Yoshitsune memang dikenal sebagai ksatria yang memiliki strategi dan kecerdasan luar biasa dalam berperang. Keduanya mengjarkan pembaca untuk tidak mencampuradukkan antara masalah pribadi atau keluarga dengan masalah kepentingan umum. Setiap karya Eiji Yoshikawa memang menghadirkan kisah-kisah yang sarat dengan nilai historis. Segala kekurangan yang ada dalamnya, tetap membuat buku ini layak untuk dibaca, terutama bagi yang concerndalam novel sejarah. Penyajiannya sangat berwarna, mulai dari aspek ketegangan, kesedihan, sampai lelucon yang akan menyelingi pembaca dalam menelusuri setiap lembarnya. Karena dari buku ini kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, kesetiaan, etika berperang, menjadi pemimpin yang inspiratif dan bangkit dari keterpurukan. Selain, tentunya saja belajar tentang sejarah Jepang
Read More ->>

makalah bahasa indonesia yang benar sesuai aturan

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Bagus Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Bagus. Bagi anda pelajar SMP, SMA, SMK, ataupun mahasiswa, maka biasanya akan mendapatkan tugas dari guru maupun dosen. Semoga contoh berikut bermanfaat untuk anda yang bisa anda salin atau modifikasi sesuai kebutuhan anda. Contoh Makalah Bahasa Indonesia KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Ejaan Yang Disempurnakan ini membahas mengenai seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan huruf, kata dan tanda baca sebagai sarananya. Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Banten, 14 November 2012 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia yang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar. 1.2 Tujuan Tujuan penulis menyusun makalah ini yaitu : Memahami Konsep EYD Ruang Lingkup EYD Penulisan Huruf Kapital dan Huruf Miring Penulisan Kata BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, Kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata; sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD). EYD muali diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. Ejaan ketiga dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947). Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa), diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun, lebih lama dari Ejaan Republik, dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. Untuk sekedar memperoleh gambaran tentang ejaan yang pernah berlaku pada masa lalu itu dan sekaligus untuk membandingkannya dengan ejaan sekarang, perhtaikan pemakaian huruf dan kata-kata yang ditulis dengan ketiga macam ejaan itu seperti berikut ini. PERUBAHAN PEMAKAIAN HURUF DALAM TIGA EJAAN BAHASA INDONESIA Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) (mulai 16 Agustus 1972) Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) (1947-1972) Ejaan Van Ophuijsen< (1901-1947) khusus Jumat yakni chusus Djum’at Jakni choesoes Djoem’at ja’ni 2.2 Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek, yaitu : (1) pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur serapan, dan (5) pemakaian tanda baca. Pemakaian huruf, membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa, yaitu abjad vokal konsonan pemenggalan nama diri Penulisan huruf membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : huruf kapital huruf miring Penulisan kata, membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar kata depan di, ke, dan dari kata turunan kata sandang si, dan sang kata ulang partikel gabungan kata singkatan dan akronim kata ganti kau, ku, mu, dan nya angka dan lambang bilangan. Penulisan unsur serapan, membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan, terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing. Pemakaian tanda baca (pugtuasi), membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan. Tanda baca itu adalah (1) Tanda titik (.) (9) tanda seru (!) (2) Tanda koma (,) (10) tanda kurung (()) (3) Tanda titik koma (;) (11) tanda kurung siku ([ ]) (4) Tanda titik dua (:) (12) tanda petik ganda (“) (5) Tanda hubung (-) (13) tanda petik tunggal (‘) (6) Tanda pisah (–) (14) tanda garis miring (/) (7) Tanda elipsis (‘) (15) tanda penyingkat (…) (8) Tanda tanya (?) 2.3 Pemakaian Huruf 1)Abjad, Vokal dan Konsonan Abjad bahasa Indonesia menggunakan 26 huruf sebagai berikut. Perhatikan lafal setiap huruf. Huruf Lafal Huruf Lafal Huruf Lafal Aa [a] Jj [je] Ss [es] Bb [be] Kk [k] Tt [te] Cc [ce] Ll [el] Uu [u] Dd [de] Mm [em] Vv [fe] Ee [e] Nn [en] Ww [we] Ff [ef] Oo [o] Xx [eks] Gg [ge] Pp [pe] Yy [ye[ Hh [ha] Qq [ki] Zz [zet] Ii [i] Rr [er] Dalam abjad itu terdapat lima huruf vokal (v), yaitu a,i,u,e,o sisanya adalah konsonan (k) sebanyak 21 huruf. Disamping 26 huruf itu, dalam bahasa Indonesia juga digunakan gabungan konsonan (diagraf) sebanyak empat pasang : kh seperti dalam kata khusus, akhir ng seperti dalam kata ngilu, bangun ny seperti dalam kata nyata, anyam sy seperti dalam kata syair, asyik setiap pasangan itu menghasilkan satu fonem atau satu bunyi yang dapat membedakan arti. Karena itu, kh,ng,ny,sy masing-masing dihitung sebagai satu k (konsonan). Contoh : akhir = vkvk ngilu = kvkv anyam = vkvk syair = kvkv Dalam uraian diatas v-k di atas terlihat meskipun jumlah huruf dalam setiap kata ada lima, namun jumlah v dan k untuk setiap kata hanya empat. Selain gabungan dua konsonan, ada pula gabungan dua vokal yang berurutan-harus dalam satu suku kata-menciptakan bunyi luncuran (bunyi yang berubah kualitasnya) yang berbeda dengan lafal aslinya. Perhatikan contoh dibawah ini. Huruf diftong Contoh pemakaian dalam kata Di Awal Di Tengah Di Akhir Ai ain Syaitan Pandai Au aula Saudara harimau Oi - boikot amboi Jika vokal berurutan ai, au, dan oi terdapat dalam kata yang pelafalannya persis sama dengan huruf aslinya, vokal beruntun itu bukan diftong. Contoh ai, au, dan oi yang bukan diftong adalah yang terdapat dalam kata berikut. mulai dilafalkan [mulai] bukan [mulay] namai dilafalkan [namai] bukan [namay] bau dilafalkan [bau] bukan [baw] mau dilafalkan [mau] bukan [maw] Dengan berpedoman pada EYD, khususnya cara pelafalan huruf hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan. Untuk membaca singkatan kata (termasuk kata asing selain akronim) yang dibaca huruf demi huruf, jika penutur sedang berbahasa Indonesia, pelafalannya harus sesuai dengan lafal huruf bahasa Indonesia.
Read More ->>

MAKALAH TRANDUCER

MAKALAH TRANDUCER nama : teguh ilham FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVESITAS PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PALEMBANG TAHUN AJARAN 2011/2012 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “TRANDUCER” Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun dePmikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Palembang, Februari 2012 Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar Dafttar Isi BAB I PENDAHULUAN 1,1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan BAB II PEMBAHASAN 2.1. Tranducer 2.2. Linieritas 2.3. Sensor BAB III PENUTUP 3.1. Simpulan 3.2. Saran BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari masa ke masa berkembang cepat terutama dibidang otomasi industri. Perkembangan ini tampak jelas di industri pemabrikan, dimana sebelumnya banyak pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin, berikutnya dengan electro-mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic) seperti penggunaan Flexible Manufacturing Systems (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM) dan sebagainya. Model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi pemabrikan sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan.. Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis. Besaran masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik, seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan sebagainya. Untuk memakaikan besaran listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi atau sistem pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer Sebelum lebih jauh kita mempelajari sensor dan transduser ada sebuah alat lagi yang selalu melengkapi dan mengiringi keberadaan sensor dan transduser dalam sebuah sistem pengukuran, atau sistem manipulasi, maupun sistem pengontrolan yaitu yang disebut alat ukur. 1.2. RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebahai berikut : 1. Pengertian Transducer dan Sensor. 2. Prinsip kerja dari Transducer dan Sensor. 3. Aplikasi dari Transducer dan Sensor. 1.3. TUJUAN 1. Dapat menyebutkan definisi dan perbedaan dari sensor dan transduser. 2. Mampu menyebutkan persyaratan umum dalam memilih sensor dan transduser. 3. Mengerti tentang klasifikasi sensor dan transduser secara umum. BAB II PEMBAHASAN 2.1. TRANSDUCER Transducer berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Bagian masukan dari transduser disebut “sensor ”, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain. William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas). Sehingga definisi transducer adalah alat yang biasa pada elektonika, kelistrikan, mekanik elektronik, elektromagnetik, digunakan mengubah energi dari satu energi ke bentuk energi yang lain untuk berbagai pengukuran atau transfer informasi. Contoh umum termasuk mikrofon, pengeras suara, termometer, posisi dan sensor tekanan, dan antena. Meskipun umumnya tidak dianggap sebagai transduser, fotosel, LED (dioda pemancar cahaya), dan bahkan bola lampu umum adalah transduser Contoh; generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan sebagainya. Contoh; generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan sebagainya. 2.2. LINIERITAS TRANDUCER Linieritas adalah suatu sifat yang penting dalam suatu transduser. Bila suatu transduser adalah linier, maka bila masukan menjadi dua kali lipat, maka keluaran – misalnya – menjadi dua kali lipat juga. Hal ini tentu akan mempermudah dalam memahami dan memanfaatkan transduser tersebut. Ketidaklinieran setidaknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu ketidak-linieran yang diketahui dan yang tidak diketahui. Ketidaklinieran yang tidak diketahui tentu sangat menyulitkan, karena hubungan masukan – keluaran tidak diketahui. Seandainya transduser semacam ini dipakai sebagai alat ukur, ketika masukan menjadi dua kali lipat, maka keluarannya menjadi dua kali lipat atau tiga kali lipat, atau yang lain, tidak diketahui. Sehingga untuk transduser semacam ini, perlu dilakukan penelitian tersendiri untuk mendapatkan hubungan masukan– keluaran, sebelum memanfaatkannya. Adapun untuk ketidaklinieran yang diketahui, maka transduser yang memiliki watak semacam ini masih dapat dimanfaatkan dengan menghindari ketidaklinierannya atau dengan melakukan beberapa transformasi pada rumus-rumus yang menghubungkan masukan dengan keluaran. Contoh ketidaklinieran yang diketahui misalnya: daerah mati, saturasi, logaritmis, kuadratis dan sebagainya. 2.3. SENSOR D Sharon, dkk (1982), sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya. Sensor adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu. Sensor biasa digunakan untuk mengukur magnitude sesuatu. Sensor merupakan jenis transducer yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan / arus listrik. Sensor dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung, lidah untuk menjadi otak mikroprosesor dari system otomatisasi industri. disini sensor yang digunakan dapat dikatagorikan menjadi dua jenis sensor yaitu: (D Sharon, dkk, 1982) a. Internal sensor. Sensor internal diperlukan untuk mengamati posisi, kecepatan, dan akselerasi berbagai sambungan mekanik pada robot, dan merupakan bagian dari mekanisme servo b. External sensor. Sensor eksternal diperlukan karena dua macam alasan yaitu: 1). Untuk keamanan dan 2). Untuk penuntun. Sesuai dengan fungsi sensor sebagai pendeteksi sinyal dan meng-informasikan sinyal tersebut ke sistem berikutnya, maka peranan dan fungsi sensor akan dilanjutkan oleh transduser. Karena keterkaitan antara sensor dan transduser begitu erat maka pemilihan transduser yang tepat dan sesuai juga perlu diperhatikan. BAB III PENUTUP 3.1. SIMPULAN Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis. Transducer adalah alat yang biasa pada elektonika, kelistrikan, mekanik elektronik, elektromagnetik, digunakan mengubah energi dari satu energi ke bentuk energi yang lain untuk berbagai pengukuran atau transfer informasi. Di dalam transducer terdapat sensor yang berfungsi untuk mengubah energi masukan menjadi energi keluaran dalam bentuk yang lain. Dalam memilih peralatan sensor dan transduser yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor, yaitu lineraitas, sensitivitas, dan tanggapan waktu. Ada berbagai macam sensor dalam elektronika dan pengukuran, namun yang umum diketahui hanya 3 macam sensor, yaitu sensor thermal, sensor mekanik, dan sensor optic. Aplikasi dari masing – masing sensor telah banyak kita ketahui. Sebagai contoh dari sensor thermal ialah thermocouple, thermistor, RTD, dll. Sensor mekanik diantaranya adalah strain gauge, piezoelektrik, potensiometer, dll. Sedangkan contoh dari sensor optic adalah sel photovoltaic, LED, dll. 3.2. SARAN DAFTAR PUSTAKA • Wasito S., 1986, Vademekum Elektronika, cet. ketiga, PT Gramedia, Jakarta • Modul smk.bidang keahlian teknik elektronika • Melida polban.blogspot.com • Wikipedia.transducer
Read More ->>

pratikum fisika dasar bandul matematis

pratikum fisika dasar bandul matematis BANDUL MATEMATIS I. Tujuan 1. Mengetahui pengaruh panjang tali terhadap frekuensi ayunan. II. Alat dan Bahan - Tiang bandul 1 set - Bandul matematis dgn benang &gantungan 12 buah - Stopwatch 1 buah III. Teori 1.3.1 Prinsip Ayunan Jika sebuah benda yang digantungkan pada seutas tali, diberikan simpangan, lalu dilepaskan, maka benda itu akan berauyn kekanan dan ke kiri. Berarti ketika benda berada disebelah kiri akan dipercepat kekanan, dan ketika benda sudah ada disebelah kanan akan diperlambat dan berhenti, lalu dipercepat kekiri dan seterusnya. Dari gerakan ini dilihat bahwa benda mengalami percepatan selama gerakan nya. Menurut hukum Newton (F = m.a) percepan hanya timbul ketika ada gaya. Arah percepatan dan arah gaya selalu sama. Berarti dalam eksperimem ini ada gaya ke arah gerakan benda, yaitu gerakan yang membentuk lingkaran. Gaya yang bekerja dalam bandul ini seperti dalam gambar 1.1. Semua gaya ini berasal dari grafitasi bumi dan gaya pada tali. Arah gaya gravitasi Fgrav tegak lurus kebawah. Arah gerak tali Ftali ke arah tali. Sedangkan gaya Ft yang mempercepat benda, bekarja kearah gerakan, berarti ke arah gerakan, berarti kearah lingkaran yang tegak lurus dengan arah tali atau tangen lingkaran. Sebab itu gaya ini juga di sebut gaya tangensial Ft- besar Ft yang mempercepat benda dengan membagi gaya gravitasi Fgrav ke dalam dua bagian, yaitu Ft ke arah gerakan dan gaya normal Fn-. Gaya noemal Fn berlawanan dengan gaya tali Ftali sehingga dua gaya ini saling menghapus. Karena Fgav dibagi Fn menjadi dan Ft maka: Fgav = Fn + Ft ...........................................................................(1.1) Karena arah gerakan tegak lurus dengan arah tali, maka Fn ± Ft. Dari gambar dapat dilihat hubungan antara besar gaya tangensial, besar gaya gravitasi dan sudut simpangan : Ft = Fgrav . sin ð.........................................................................(1.2) Arah dari ft berlawanan dengan arah simpangan ð, maka dalam persamaan terdapat tanda negatif: Ft = -Fgrav . sin ð .....................................................................(1.3) Tanda negatif dalam (1.3) menunjukkan data Ft bekerja untuk mengembalikan bandul kepada posisi yang seimbangdengan simpangan ð = 0, berarti : Ftali + Fn = 0. Berartigaya tali selalu sama besar dengan gaya normal : Ftali = Fn. Dengan memahami gaya tersebut yang bekerja pada bandul, maka gerakan oselasi (gerakan ayunan) dapat dimengerti dengan mudah. Ketika bandul sedeng diam disebelah kiri, maka gaya tangensial nya mempercepat bandul kesebelah kanan sehingga kecepatan kesebelah kanan bertambah.selama bandul bergerak kesebelah kanan, sudut simpangan semakin kecil dan gaya tangensial nya (Ft = -Fgrav . sin ð) ikut semakin kecil. Maka percepatan akan semakin kecil. Tetapi perhatikanlah bahwa percepatan semakin kecil (tetapi belum nol) berarti kecepatan masih bertambah terus. Ketika bandul simpangan 0, berarti posisi bandul di tengah, gaya tangensial 0, maka percepatan 0 dan bandul bergerak terus dengan kecepatan konstan ke kanan. Ketika simpangan bandul kekanan bertambah besar, maka gaya tangensial nya juga bertambah, tetapi ke arah kiri. Gaya tangensial ke arah kiri ini melawan arah gerakan bandulyang masih kekanan. Maka terdapat percepatan kekiri sehingga kecepatan bandul – masih kearah kanan akan – berkurang terus sampai bandul berhenti (kecepatan menjadi nol). Ketika bandul berhenti posisinya sudah memiliki sudut simpangan ke arah kanan. Dalam posisi ini terdapat gaya tangensial ke arah kiri yang mempercepat bandul kekiri. Proses dalam gerakan kekiri berjalan dengan gerakan yang sama persisi dengan pergerakan ke kanan. Maka bandul akan terus berayun kekiri dan kekanan. Dari penjelesan di atas dilihat ada dua hal yang menjadi syarat untuk mendapat osilasi atau ayunan : - Gaya yang selalu melawan arah simpangan dari suatu posisi seimbang. Dalam hal ini gaya yang melawan simpangan adalah gaya tangensial. - Kelembaman yang memebuat benda tak berhenti ketika dalam posisi yang seimbangan (tampa gaya). Dalam contoh ini massa yang berayun tidak berhenti tetapi pada posisi bawah (posisi tengan, gaya nol), tetapi bergerak terus karena kelembaman massanya. 1.3.2 Waktu Ayunan Pada percobaan bandul matematis ini, kita memakai bandul dengan massa m yang digantung pada seutas tali. Supaya perhitungan lebih mudah, diangggap tali tidak kendur (molor) dan tidak mempunyai massa. Di atas telah diselidiki mengenai tangensial Ft yang membuat bandul berayun. Besar gaya tangensial Ft sesui (1.3). besar percepatan a yang terjadi dari gaya tangensial sesuai dengan hukum newton : Ft = m.a, maka: Ft = -Fgrav . sin ð = m.a ...................................................... (1.4) Percepatan a dari benda yang bergerak diatas, garis lingkaran sebesar: A = dz0 = l. Dz 0 Dt2 dt2 ................................................. (1.5) Persamaan 1.5 dimasukkan ke persamaan 1.4. dengan besar gaya gravitasi: Fgrav = m.g terdapat : -Fgrav = sin ð = m.l d20 -mg sin ð = m.i dz0 Dt2 Dt2 ....................(1.6) m.l. d20 + m.g. sin ð = 0 Dt2 Untuk simpangan kecil, berarti sudut ð kecil sin ð == ð dan (1.6) menjadi lebih sederhana: m.l. dz0 + m.g.sin 0 dz0 + ð . ð = 0 Dt2 Dt2 ƒ Hasil (1.7) merupakan persamaan diferensial. Untuk menyelasaikan persamaan diferensial ini, kita bisa memakai suatu pemasukan auatu pemisalan sebagai pemisalan untuk hasil. Pemasukan / pemisalan itu dimasukan kedalam persamaan asli, lalu dihitung, apakah persamaan bisa diselesaikan dengan pemasukan itu. Dengan pemasukan: Ð = ð0 cos ðt .......................................................................................(1.8) Terdapat – seperti dihitung dengan lebih rinci dengan petunjuk mengenai “elatisitas” bahwa persamaan ini memang menyelesaikan persamaan deferensial dan cepatan sudut osilasi sebesar : ð² = ª ƒ Karena 2p , maka waktu ayunan T dalam percobaaan bandul matematies sebesar T T² = 4p2 T² = 4p² ƒ T = 2p √ ƒ/g ð2 g Hubungan antara besar waktu ayunan T dan panjang bandul l ini bisa dipakai untuk mencari besar konstanta gravitasi g dari hubungan antara T dan l. Berarti untuk mencari besar g, kita mengukur hubungan antara T dan l, lalu membuat grafik T2 terdapat l dan mencari kemiringan garis lurus yang paling cocok dengan titik ukuran. IV. Cara kerja - Sediakan 12 bandul beserta tali dengan panjang tali yang berbeda. - Ambil 1 buah bandul (tergantung dengan panjang tali yang diminta pada lembar kerja) dan gantungakan di tiang statif. - Ayun bandul tersebut sebanyak 10 kali ayunana, kemudian catat waktu yang diperlukan pada masing-masing bandul selama 10 kali ayunan tersebut Kesimpulan Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: - Semakin panjang tali yang digunakan maka semakin lambat gerak bandul tersebut bergerak. - Semakin pendek tali bandul yang digunakan, maka semakin cepat bandul tersebut bergerak. - Di antara tali bandul yang panjang dan pendek, maka bandul yang cepat berhenti adalah bandul yang tali nya pendek. Saran - Buat Kakak yang ikhwan, jangan koq nampak nya agak jutek ya, jangan jutek-jutek ya kak. - Makasih kak. Diposkan oleh Riki Hidayat di 07.58 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) animasi bergerak Animasi Naruto Pengikut Arsip Blog ▼ 2012 (37) ► Juni (2) ▼ April (29) calon model masa depan foto kawan lah menentukan viskositas zat alir dengan metoda stoke... SIFAT-SIFAT LENSA DAN BAYANGAN PRAKTIKUM III ACIDIMETRI / ALKALIMETRI PRAKTIKUM VII REAKSI – REAKSI ALDEHID DAN KETON PRAKTIKUM VI REAKSI – REAKSI ALCOHOL DAN PHENOL PRAKTIKUM V PEMBUATAN SABUN DAN DETERJEN pratikum kimia sifat asam dan basa senyawa laporan pratikum fisika dasar laporan pratikum fisika pesawat atwood pratikum IV kecepatan reaksi PRAKTIKUM 1 PERSENTASI AIR DALAM HIDRAT PANAS JENIS ZAT DAN KALORIMETER laporan fisika koifisien muai panjang logam fisika dasar pengukuran mekanis pratikum fisika dasar bandul matematis pengaruh angin pada tanaman manfaat informasi iklim di bidang pertanian makalah hukum kontrak innonment makalah bagaimana iklim mempengaruhi tanah masalah iklim pada sektor pertanian franchise pengertian tentang karya ilmiah makalah hukum lingkungan hukum kontrak manfaat klimatologi bagipertanian makalah informasi iklim bagi pertanian radiasi ► Januari (6) Mengenai Saya Foto Saya Riki Hidayat Lihat profil lengkapku Like yea sob Widged :Riki Hidayat animasi bergerak Animasi Naruto Free Music Online Free Music Online free music at divine-music.info Copyright © 2013.29.04 By Riki Hidayat.UIR. Template Simple. Diberdayakan oleh Blogger.
Read More ->>

PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA PERSPEKTIF ISLAM

PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA PERSPEKTIF ISLAM PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA PERSPEKTIF ISLAM BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Para pemikir Islam abad XX, khususnya setelah Seminar Internasional Pendidikan Islam di Makkah pada tahun 1977, mengklasifikasikan ilmu menjadi dua kategori 1. Ilmu abadi (perennial knowledge) yang berdasarkan wahyu. Ilahi yang tera dalam Alouran dan Hadis serta segala yang dapat diambil dari keduanya. hanya diberikan kepada manusia. 2. Ilmu yang dicari (acquired knowledge) termasuk sains kealaman dan terapannya yang dapat berkembang kualitatif dan penggandaan, selama tidak bertentangan dengan Syari‟ah sebagai sumber nilai. Dalam konsep Islam (Timur), semua yang dipikirkan,. dikehendaki, dirasakan dan diyakini, rnembawa manusia kepada pengetahuan dan secara sada.r menyusunnya ke dalam sistem yang disebut Ilmu. Tetapi berbeda dengan konsep Barat, yang mengelompokkan ilmu itu kepada tiga; (1) Sciences (ilmu-ilmu kealaman, murni, biologi, fisika, kimia dam lainnya, (2) Social Sciences (ilmu-ilmu kemasyarakatan yang menyangkut perilaku manusia dalam interaksinya dalam masyarakat, dan (3) The Humanities (humaniora), ialah ilmu-ilmu kemanusiaan yang menyangkut kesadaran akam perasaan kepribadian dan nilai-nilai yang menyertainya sebagai manusia. Para ilmuan dewasa ini, baik ahli sejarah atau filsafat sains mengakui, bahwa sejumlah gejala yang dipilih untuk dikaji oleh ilmuan adalab alam materi. Ilmu pengetahuan ke-alam-an ini, menurut A. Mattulada, yang utana menghasilkan peralatan-peralatan kehidupan manusia yang disebut teknologi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas kami menentukan rumusan masalah dalam makalah ini adalah : Perkembangan ilmu biologi perspektif islam Perkembangan ilmu fisikan perspektif islam Perkembangan ilmu kimia perspektif islam BAB II PEMBAHASAN A. Perkembangan Ilmu Biologi Perspektif Islam Ilmu pengetahuan (sains) adalah teori-teori yang dikumpulkan manusia melalui suatu proses pengajian dan dapat diterima oleh rasio. Dalam pengumpulan data dan berbagai observasi dan pengukuran pada gejala alamiyah itu dianalisis, kemudian diambil kesimpulan. Inilah yang diberi istilah intizhar suatu kajian yang ada hubungannya dengan nazhar, yang bunyi dan artinya dekat dengan nalar. Ciri khas dan sains natural, ialah disusun atas dasar intizhar terhadap gejala-gejala alamiyah yang dapat di teliti ulang oleh orang lain, dan merupakan hasil konsensus masyarakat ilmuan yang bersangkutan. Bila ditelusuri ayat-ayat Alquran, akan dijumpai 854 kali kata „ilmu disebut dalam berbagai bentuk dan arti. Antara lain sebagai proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Semua ilmu pengetahuan kealaman berkembang secara induktif dan intizhar, maka dengan semakin dewasanya sains natural itu sendini dan matematika, ia dapat berkembang secara deduktif. Dengan matematika dapat dirumuskan model-model alam atau gejala alamiyah yang sifat dan kelakuannya dapat dijabarkan secara matematis. Namun dari sekian banyak model yang dapat direkayasa, hanya mereka yang konsekuensinya sesuai dengan gejala alamiyah yang teramatilah yang dapat diterima oleh masyarakat ilmuan yang bersangkutan. Intizhar akan melahirkan teori-teori baru, kemudian menghasilkan teknologi sebagai penerapan sains secara sistematis untuk mengubah/ rnempengaruhi alam rnateri di sekeliling kita dalam suatu proses produktif ekonomis untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia. Teknologi pembuatan mesin, pembuatan obat-obatan, pembuatan beraneka ragam bahan, termasuk bahan makanan, dan sebagainya adalah hasil penerapan ilmu fisika, kimia, biologi, dan lain-lain ilmu kealaman yang sesuai. Aya-ayat Alquran tidak satu pun yang menentang ilmu pengetahuan, tetapi sebaliknya banyak ayat-ayat Alquran menghasung dan menekankan kepentingan ilmu pengetahuan. Bahkan salah satu pembuktian tentang kebenaran Alquran adalah ilmu pengetahuan dan berbagai disiplin yang diisyaratkan. Memang terbukti, bahwa sekian banyak ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang hakikat-hakikat ilmiyah yang tidak dikenal pada masa turunnya, namun terbukti kebenarannya di tengah-tengah perkembangan ilmu, seperti: (a) Teori tentang expanding universe (kosmos mengembang), QS: 51: 47), (b) Matahari adalah planet yang bercahaya sedangkan bulan adalah pantulan cahaya matahari. (QS: 10 5), Bumi bergerak mengelilingi matahari ...(QS: 27: 88), (c) Zat hijau daun (klorofil) yang berperan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga kimia melalui proses fotosintesis sehingga menghasilkan energi (QS: 36: so). Bahkan, istilah Al-Quran al-syajar al-akhdhar (pohon yang hijau) justru lebih tepat dan istilah klorofil (hijau daun), karena zat tersebut bukan hanya terdapat dalam daun, tetapi di semua bagian pohon, dan (d) Bahwa manusia diciptakan dari sebagian kecil sperma pria dan setelah fertilisasi (pembuahan) berdempet di dinding rahim (QS:86: 6 dan 7; 96: 2). Banyak lagi yang lain tidak mungkin dikemukakan satu persatu, sehingga tepat sekali kesimpulan yang dikemukakan Dr. Murice Bucaille, bahwa tidak satu ayat pun dalam Alquran yang bertentangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Salah seorang tokoh pembaharuan dalam Islam, Muhammad Abduh mengatakan, Islam adalah agama yang rasional, agama yang Sejalan dengan akal, bahkan agama didasarkan atas akal. Pemikiran rasional merupakan dasar pertama dari dasar-dasar Islam yang lain. Pemikiran rasional menurutnya adalah jalan untuk memperoleh iman sejati. Iman, tidaklah sempurna, kalau tidak didasarkan atas akal. Alquran antara lain menganjurkan untuk mengamati alam raya, melakukan eksperimen dan menggunakan akal untuk memahami fenomenanya, yang dalam hal ini ditemukan persamaannya dengan para ilmuan, namun di lain segi terdapat pula perbedaan yang sangat berarti antara pandangan atau penerapan keduanya. Dibalik alam raya ini ada Tuhan yang wujud-Nya dirasakan di dalam diri manusia, dan bahwa tanda-tanda wujud-Nya itu akan diperlihatkan-Nya melalui pengamatan dan penelitian manusia, sebagai bukti kebenaran Alquran. Hal ini dapat dibuktikan dengan memperhatikan bagaimana Alquran selalu rnengaitkan perintah-perintah-Nya yang berhubungan dengan alam raya dengan perintah pengenalan dan pengakuan atas kebesaran dan kekuasaan-Nya. Bahkan, ilmu dalam pengertian yang umum sekalipun oleh wahyu pertama Alquran (iqra'), telah dikaitkan dengan bismi rabbika. Ini memberi isyarat bahwa “ilmu tidak dijadikan untuk kepentingan pribadi, regional, atau nasional, dengan mengorbankan kepentingan-kepentingan lainnya‟. Ilmu pada saat dikaitkan dengan bismi rabbika kata Prof. Dr. „Abdul Halim Mahmud, syaikh Jami‟ Al-Azhar- menjadi “demi karena Tuhan Pemeliharamu, sehingga harus dapat memberikan manfaat kepada pemiliknya, warga masyarakat dan bangsanya. Juga kepada manusia secara umum. Ia harus membawa bahagia dan cahaya keseluruh penjuru dan sepanjang masa.” Di Italia pernah diadakan suatu permusyawaratan ilmiyah tentang cultural relations for the future, yang kesimpulannya antara lain; Untuk menetralkan pengaruh tenologi yang menghilangkan kepribadian, kita harus menggali nilai-nilai keagamaan dan spiritual. Muhammad Iqbal, pernah mengungkapkan senada dengan pernyataan di atas, ketika ia menyadari dampak negatif perkembangan ilmu dan teknologi. Katanya; kemanusiaan saat ini membutuhkan tiga hal, yaitu penafsiran spritual atas alam raya, emansipasi spritual atas individu, dan satu himpunan asas yang dianut secara universal yang akan menjelaskan evolusi masyarakat manusia atas dasar spiritual. Sungguhpun ungkapan ini lebih dahulu dan pertemuan di Italia tersebut, namun tujuannya sama yakni pentingnya nilai-nilai agama untuk pengendalian diri dan pengaruh negatif yang timbul dan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Allah dalam ayat-ayat-Nya, disamping menggambarkan bahwa alam raya dan seluruh isinya adalah intelligible, sesuatu yang dapat dijangkau oleh akal dan daya fikir manusia, juga rnenjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada dialam raya ini telah dimudahkan untuk dimanfaatkan manusia. Dengan demikian, ayat ini dan ayat lain yang senada dengan ini, memberi tekanan yang sama pada sasaran ganda: tafakkur yang menghasilkan sains, dan tasykhir menghasilkan teknologi guna kemudahan dan kemanfantan manusia. Ini memberi isyarat, bahwa Alquran membenarkan bahkan mewajibkan usaha-usaha pengembangan ilmu dan teknologi, selama ia membawa manfaat untuk menusia serta memberi kemudahan bagi mereka. "Tuhan menginginkan kemudahan untuk kamu dam tidak menginginkan kesukaran". Dan Tuhan “tidak ingin menjadikan sedikit kesulitan pun untuk kamu." Ini berarti bahwa segala produk perkembangan ilmu dan teknologi dibenarkan oleh Alquran, selama untuk kemudahan dan kesejahteraan manusia itu sendiri. Dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, Ibnu al-Baitar (wafat 1248), ia meninggalkan sebuah risalah tentang obat-obatan. Ibnu al- Awwan dan Sevilla, telah menulis buku yang menguraikan 585 jenis tanam-tanaman, dan cara pembiakan, pengolahan, serta menguraikan gejala-gejala penyakit tanaman lengkap dengan cara pemberantasannya. Teori evolusi Darwin (1804-1872) yang dianggap sebagai penemuan terbesar dan mengagumkan, padahal „Abdu al-Rahman Ibn Khaldun (1532-1406), lima abad sebelum Darwin, telah menulis dalam bukunya tentang hal yang sama. Apa yang telah penulis kemukakan merupakan bukti sikap positif Islam terhadap ilmu pengetahuan. Umat Islam adalah yang pertama menyatukan seluruh ilrnu pengetahuan warisan kemanusiaan, kemudian dikembangkan dengan menambah berbagai unsur yang kelak menjadi benih-benih ilmu pengetahuan moderan seperti aljabar, penemuan lensa tentang cahaya kimia, dan menciptakan berbagai instrumen teknis seperti alembic (al-anbiq) untuk distilasi parfum. Oleh karena itu tidak benar penilaian subyektif beberapa sarjana Barat bahwa kaum muslim dahulu kurang/kekurangan kreatifitas dan orisinalitas dalam ilrnu pengetahuan. Memang diakui sumbangan kekayaan falsafah Yunani juga dan yang lain, namun dalam ilmu pengetahuan empiriklah Islam memberikan kontribusi yang amat menentukan. B. Perkembangan Ilmu Fisika Perspektif Islam Kaum muslimin meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan berasal dari Allah. dan Al-Qur'an merupakan Kalamullah.Pengetahuan tentang zat, energi, ruang waktu dan interaksi benda-benda di alam ini sering disebut dengan fisika. Untuk ilusterasi ada 3 contoh disini : 1. Teori bahwa bumilah yang pusat tata surya (geosentris), bahkan alam semesta , karena di Al Qur'an tidak pernah menyebutkan ada ayat menyatakan bumi beredar, tetapi matahari, bulan, dan bintanglah yg beredar (QS 13:2, 14:33). Teori ini bahkan didukung seorang syeikh terkemuka dari Arab Saudi, yg memfatwakan bahwa percaya kepada teori heliosentris bisa menjerumuskan pada kemusrikan. 2. Teori bahwa besi magnet dapat digunakan sebagai pembangkit energi yg tak ada habisnya, dengan dalil QS 57:25 yang menyatakan bahwa Allah menciptakan besi yg di dalamnya terdapat kekuatan yang hebat, yang ia tafsirkan sebagai energi. 3. Teori 7 lapis atmosfir, karena dikatakan hujan turun dari langit QS 35:27 sedangkan Allah menciptakan tujuh langit QS 41:12, sehingga hujan itu terjadi pada lapis langit pertama. Dengan melihat teori dan klaim tersebut, sepertinya mereka mengulang apa yg pernah dilakukan kaum mutakalimin (Pencipta filsafat) di amsa lalu, yg mencari-cari suatu kesimpulan hanya berdasarkan asumsi, sekalipun asumsi itu berasal dari suatu ayat Qur'an yg ditafsirkan secara subyektif.Tentu saja, cara berpikir mutakalimin seperti ini tidak pernah menghasilkan terobosan ilmiah yang hakiki, apalagidapat dipakai untuk keperluan praktis. Para fisikawan muslim pada masa keemasan Islam adalah orang-orang yang dididik dari awal dengan aqidah Islam,rata2 mereka hapal Qur'an sebelum baligh.Mereka sagat memahami bahwa alam memiliki hukum-hukumnya yang obyektif, yang dapat terungkap sendiri pada mereka yag sabar melakukan pengamatan dan penelitian dengan sangat cermat. Ibnu Al-Haytsam (al-Hazen) adalah pioner modern ketika menerbitkan bukunya pada tahun 1021 M.Dia menemukan bahwa proses melihat adalah jatuhnya cahaya ke mata, bukan karena sorot mata sebagaimana diyakini orang sejak zaman Aristoteles.Dalam kitabnya Al-Haytsam menunjukkan berbagai cara untuk membuat teropong dan juga kamera sederhana (Camera obscura). Perlu diketahui bahwa al-haytsam melakukan eksperimen optiknya pada saat ia mengalami tahanan rumah, setelah gagal memenuhi tugas Amir Mesir untuk mewujudkan proyek bendungan sungai Nil.Dia baru dilepas setelah penemuan optiknya dinilai impas untuk investasi yg telah dikeluarkan sang Amir. Ibn al-Haytsam juga memulai suatu tradisi metode ilmiah untuk menguji sebuah hipotesis, 600 tahun mendahului Rene Descartes yg dianggap bapak metode ilmiah eropa di zaman rennaisance.Metode ilmiah Ibn al-haytsam dimulai dari pengamatan empiris, perumusan masalah, formulasi hipotesisi,uji hipotesis,dgn eksperimen,analisis hasil eksperimen,interprestasi data dan formulasi kesimpulan, dan diakhiri dengan publikasi. Publikasi kemudaian dinilai dengan peer-review yg memungkinkan setiap orang melacakdan bila perlu mengulangiapa yg dikerjakan seorang peneliti.Proses peer review telah mjd tradisi dalam dunia medis sejak Ishaq bin Ali al Rahwi (854-931 M) Ibnu Sina atau Avecenna (980-1037 M) setuju bahwa kecepatan cahaya pasti terbatas.Abu Rayhan al-Biruni (973-1048) juga menemukan bahwa cahaya jauh lebih cepat dari suara. Qutubuddin al-Syirazi (1236-1320) dan Kamaluddin al-Farisi (1260-1320) memberi penjelasan pertama yang benar pada fenomena pelangi. ”Fisikawan terbesar sepanjang sejarah.” Begitulah Charles C Jilispe, editor Dictionary of Scientyfic Bibliography menjuluki saintis Muslim, al-Khazini. Para sejarawan sains menempatkan saintis kelahiran Bizantium alias Yunani itu dalam posisi yang sangat terhormat. Betapa tidak, ilmuwan Muslim yang berjaya di abad ke-12 M – tepatnya 1115-1130 M – itu telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, terutama dalam fisika dan astronomi. al-Khazini merupakan saintis Muslim serbabisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Sederet buah pikir yang dicetuskannya tetap abadi sepanjang zaman. al-Khazini merupakan ilmuwan yang mencetuskan beragam teori penting dalam sains seperti: metode ilmiah eksperimental dalam mekanik; energi potensial gravitasi; perbedaan daya, masa dan berat; serta jarak gravitasi. “Teori keseimbangan hidrostatis yang dicetuskannya telah mendorong penciptaan peralatan ilmiah. al-Khazini adalah salah seorang saintis terbesar sepanjang masa,” ungkap Robert E Hall (1973) dalam tulisannya berjudul ”al-Khazini” yang dimuat dalam A Dictionary of Scientific Biography Volume VII. Sejatinya, al-Khazini bernama lengkap Abdurrahman al-Khazini. Menurut Irving M Klotz, dalam tulisannya bertajuk “Multicultural Perspectives in Science Education: One Prescription for Failure”, sang ilmuwan hidup di abad ke-12 M. ”Dia berasal dari Bizantium atau Yunani,” tutur Klotz. al-Khazini menjadi budak Dinasti Seljuk Turki, setelah kerajaan Islam itu menaklukkan wilayah kekuasaan Kaisar Konstantinopel, Romanus IV Diogenes. Al-Khazini kemudian dibawa ke Merv, sebuah metropolitan terkemuka pada Abad ke-12 M. Merv berada di Persia dan kini Turkmenistan. Sebagai seorang budak, nasib al-Khazini sungguh beruntung. Oleh tuannya yang bernama al-Khazin, ia diberi pendidikan sang sangat baik. Ia diajarkan matematika dan filsafat. Tak cuma itu, al-Khazini juga dikirimkan untuk belajar pada seorang ilmuwan dan penyair agung dari Persia bernama Omar Khayyam. Dari sang guru, dia mempelajari sastra, metematika, astronomi dan filsafat. Menurut Boris Rosenfeld (1994) dalam bukunya “Abu’l-Fath Abd al-Rahman al-Khazini, saat itu Omar Khayyam juga menetap di kota Merv.Berbekal otak yang encer, al-Khazini pun kemudian menjelma menjadi seorang ilmuwan berpengaruh. Ia menjadi seorang matematikus terpandang yang langsung berada di bawah perlindungan, Sultan Ahmed Sanjar, penguasa Dinasti Seljuk. Sayangnya, kisah dan perjalanan hidup al-Khazini tak banyak terekam dalam buku-buku sejarah. Salah Zaimeche PhD (2005) dalam bukunya berjudul Merv menuturkan, al-Khazini adalah seorang ilmuwan yang bersahaja. Meski kepandaiannya sangat dikagumi dan berpengaruh, ia tak silau dengan kekayaan. Menurut Zaimeche, al-Khazini sempat menolak dan mengembalikan hadiah sebesar 1.000 keping emas (dinar) dari seorang istri Emir Seljuk. ”Ia hanya merasa cukup dengan uang tiga dinar dalam setahun,” papar Zaimeche. Para sejarawan sains mengungkapkan, pemikiran-pemikiran al-Khazini sangat dipengaruhi oleh sejumlah ilmuwan besar seperti Aristoteles, Archimedes, Al-Quhi, Ibnu Haitham atau Alhacen, al-Biruni serta Omar Khayyam. Selain itu, pemikiran al-Khazini juga sangat berpengaruh bagi pengembangan sains di dunia Barat dan Islam. Salah satu ilmuwan Barat yang banyak terpengaruh al-Khazini adalah Gregory Choniades – astronom Yunani yang meninggal pada abad ke-13 M. 1. Pemikiran Kontribusi penting lainnya yang diwariskan al-Khazini dalam bidang fisika adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya pada 1121 M itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan dan hidrostatika. Selain menjelaskan pemikirannya tentang teori-terori itu, al-Khazani juga menguraikan perkembangan ilmu itu dari para pendahulu serta ilmuwan yang sezaman dengannya. Dalam bukunya itu, al-Khazini juga menjelaskan beberapa peralatan yang diciptakan ilmuwan pendahulunya seperti araeometer buatan Pappus serta pycnometer flask yang diciptakan al-Biruni. Buku itu dinilai Nasr sebagai sebuah karya ilmiah Muslim yang paling esensial tentang mekanika dan hidrostatika, dan terutama studi mengenai pusat gravitasi. Dalam buku itu pula, al-Khazini mengupas prinsip keseimbangan hidrostatis dengan tingkat ketelitian obyek sampai ukuran mikrogram (10-6 gr), suatu level ketelitian yang menurut K Ajram dalam The Miracle of Islamic Science hanya tercapai pada abad ke 20 M. Al-Biruni and al-Khazini merupakan dua ilmuwan Muslim yang pertama kali mengembangkan metode ilmiah dalam bidang ilmu keseimbangan atau statika dan dinamika. Metode itu dikembangkan untuk menentukan berat yang didasarkan pada teori kesembangan dan berat. Al-Khazini dan ilmuwan pendahulunya menyatukan ilmu statika dan dinamika ke dalam ilmu baru bernama mekanika. Al-Khazini wafat pada abad ke-12 M. Meski begitu, pemikiran-pemikiran yang telah diwariskannya bagi peradaban dunia hingga kini masih tetap abadi dan dikenang. heri ruslan/desy susilawati 2. Sumbangan Sang Ilmuwan Al-Khazini sungguh luar biasa. Ilmuwan Muslim dari abad ke-12 M itu tak hanya mencetuskan sejumlah teori penting dalam fisika dan astronomi. Namun, dia juga berhasil menciptakan sejumlah peralatan penting untuk penelitian dan pengembangan astronomi. Ia berhasil menemukan sekitar tujuh peralatan ilmiah yang terbilang sangat penting. Ketujuh peralatan yang diciptakannya itu dituliskannya dalam Risala fi’l-alat atau Manuskrip tentang Peralatan. Ketujuh alat yang diciptakannya itu adalah triquetrum, dioptra, perlatan segi tiga, quadran dan sektan, astrolab serta peralatan asli tentang refleksi. Selain berjasa mengembangkan fisika dan astronomi, al-Khazimi juga turut membesarkan ilmu kimia dan biologi. Secara khusus, dia menulis tentang evolusi dalam kimia dan biologi. Dia membandingkan transmutasi unsur dengan transmutasi spesies. Secara khusus, al-Khazini juga meneliti dan menjelaskan definisi ”berat”. Menurut dia, berat merupakan gaya yang inheren dalam tubuh benda-benda padat yang mnenyebabkan mereka bergerak, dengan sendirinya, dalam suatu garis lurus terhadap pusat bumi dan terhadap pusat benda itu sendiri. Gaya ini pada gilirannya akan tergantung dari kerapatan benda yang bersangkutan. Al-Khazini juga mempunyai gagasan mengenai pengaruh temperatur terhadap kerapatan, dan tabel-tabel berat spesifiknya umumnya tersusun dengan cermat. Sebelum Roger Bacon menemukan dan membuktikan suatu hipotesis tentang kerapatan air saat ia berada dekat pusat bumi, al-Khazini lebih dahulu telah mendalaminya. Al-Khazini pun telah banyak melakukan observasi mengenai kapilaritas dan menggunakan aerometer untuk kerapatan dan yang berkenaan dengan temperatur zat-zat cair, teori tentang tuas (pengungkit) serta penggunaan neraca untuk bangunan-bangunan dan untuk pengukuran waktu. C. Perkembangan Ilmu Kimia Perspektif Islam Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menabalkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai 'Bapak Kimia Modern'."Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia," cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern. Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. "Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar," ungkapnya. Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti.Tak hanya itu, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia. Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini. Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium--senyawa penting dalam kehidupan manusia modern--merupakan penemuan para kimiawan Muslim. Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer. Pencapaian yang sangat fenomenal itu merupakan buah karya dan dedikasi para ilmuwan seperti Jabir Ibnu Hayyan, Al-Razi, Al-Majriti, Al-Biruni, Ibnu Sina, dan masih banyak yang lainnya. Setiap kimiawan Muslim itu telah memberi sumbangan yang berbeda-beda bagi pengembangan ilmu kimia. Jabir (721 M-815 M), misalnya, telah memperkenalkan eksperimen atau percobaan kimia. Ia bekerja keras mengelaborasi kimia di sebuah laboratorium dengan serangkaian eksperimen. Salah satu ciri khas eksperimen yang dilakukannya bersifat kuantitatif. Ilmuwan Muslim berjuluk 'Bapak Kimia Modern' itu juga tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalnasi, dan sublimasi. Cendekiawan-cendikiawan Barat mengakui bahwa Jabir Ibnu Hayyan (721-815 H.) adalah orang yang pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan penelitiannya dalam bidang alkemi yang kemudian oleh ilmuan Barat diambil dan dikembangkan menjadi apa yang dikenal sekarang sebagai ilmu kimia. Jabir, di Barat dikenal Geber, adalah orang yang pertama mendirikan suatu bengkel dan mempergunakan tungku untuk mengolah mineral-mineral dan mengekstraksi dan mineral-mineral itu zat-zat kimiawi serta mengklasifikasikannya. Muhammad Ibnu Zakaria, al-Rozi (865-925), telah melakukan kegiatan yang lazim dilakukan oleh ahli kimia dengan menggunakan alat-alat khusus, seperti distilasi, kristalisasi, dan sebagainya. Buku al-Razi (Razes), diakui sebagai buku pegangan laboratorium kimia pertama di dunia. Sang ilmuwan yang dikenal di Barat dengan sebutan 'Geber' itu pun tercatat berhasil menciptakan instrumen pemotong, pelebur, dan pengkristal. Selain itu, dia pun mampu menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, dan pemurnian.Berkat jasanya pula, teori oksidasi-reduksi yang begitu terkenal dalam ilmu kimia terungkap. Senyawa atau zat penting seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat lahir dari hasil penelitian dan pemikiran Jabir. Ia pun sukses melakukan distilasi alkohol. Salah satu pencapaian penting lainnya dalam merevolusi kimia adalah mendirikan industri parfum. Muhammad Ibn Zakariya ar-Razi Ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa melakukan revolusi dalam ilmu kimia adalah Al-Razi (lahir 866 M). Dalam karyanya berjudul, Secret of Secret, Al-Razi mampu membuat klasifikasi zat alam yang sangat bermanfaat. Ia membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yakni zat keduniawian, tumbuhan, dan zat binatang. Soda serta oksida timah merupakan hasil kreasinya.Al-Razi pun tercatat mampu membangun dan mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ia menggunakan lebih dari 20 peralatan laboratorium pada saat itu. Dia juga menjelaskan eksperimen-eksperimen yang dilakukannya. "Al-Razi merupakan ilmuwan pelopor yang menciptakan laboratorium modern," ungkap Anawati dan Hill. Bahkan, peralatan laboratorium yang digunakannya pada zaman itu masih tetap dipakai hingga sekarang. "Kontribusi yang diberikan Al-Razi dalam ilmu kimia sungguh luar biasa penting," cetus Erick John Holmyard (1990) dalam bukunya, Alchemy. Berkat Al-Razi pula industri farmakologi muncul di dunia. Sosok kimiawan Muslim lainnya yang tak kalah populer adalah Al-Majriti (950 M-1007 M). Ilmuwan Muslim asal Madrid, Spanyol, ini berhasil menulis buku kimia bertajuk, Rutbat Al-Hakim. Dalam kitab itu, dia memaparkan rumus dan tata cara pemurnian logam mulia. Dia juga tercatat sebagai ilmuwan pertama yang membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa --yang delapan abad berikutnya dikembangkan kimiawan Barat bernama Lavoisier. Sejarah peradaban Islam pun merekam kontribusi Al-Biruni (wafat 1051 M) dalam bidang kimia dan farmakologi. Dalam Kitab Al-Saydalah (Kitab Obat-obatan), dia menjelaskan secara detail pengetahuan tentang obat-obatan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran farmasi dan fungsinya. Begitulah, para kimiawan Muslim di era kekhalifahan berperan melakukan revolusi dalam ilmu kimia. Dulu dunia islam sangat maju sebelum terjadi perang salib, mulai dari ilmu kedokteran, kimia, biologi, sosial, ilmu perbintangan/astronomi, aljabar, science, filsafat dll semua ada di perpustakaan baghdad irak. dimana selama masa perang salib, banyak buku2 islam yang diambil, dan dibawa oleh pasukan salib dan sebagian lain dibakar oleh pasukan salib. karena pada saat terjadi serangan pasukan salibis, buku2 di perpustakaan baghdad dibakar dan dibuang ke sungai tigris. Jadi hampir semua teknologi dan science yang ada di tangan orang2 barat berasal dari kebudayaan Islam. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Untuk menutup uraian diatas penulis perlu mengemukakan beberapa kesimpulan : 1. Ajaran Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Ayat-ayat Alquran banyak sekali memberi motivasi untuk intzhar/ meneliti, baik secara tersurat atau tersirat. 2. Pengembangan ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu alam secara khusus, sejalan dengan ajaran Islam yang meiginginkan kemudahan dan kesejahteraan bagi umat manusia. 3. Pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu alam yang bertujuan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tanpa menghiraukan kepentingan orang lain, bertentangan dengan tujuan ajaran Islam. B. Saran-saran Kalau orang Diluar Islam saja dapat menemukan kebenaran ilmiah tentang Islam melalui pengamatannya terhadap sunnatullah ini masuk Islam maka orang Islam yang mendalami saings atau ilmu fisika dapat menghantarkan mereka ketingkat keimanan dan ketakwaan yang tinggi insya Allah. Oleh karena itu bagi teman-teman di STAIN marilah kita bersama-sama mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang hal di atas agar kita menjadi manusia yang hebat, apalagi teman-teman sudah memiliki pondasi iman yang kuat maka jika kita mendalami tentang ilmu biologi, fisika dan kimia maka kita dapat mempertemukan antara ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an yang berhubungan dengan biologi, fisika dan kimia (ayat-ayat Qauliyah) dengan ayat -ayat Allah berupa ayat-ayat Qauniahnya (Bentangan Alam semesta) Allah Swt. DAFTAR PUSTAKA Baiquni, A, Islam Dan Ilmu Pengetahuan Modern, penerbit Pustaka, Jakarta, cet. I, 1983. Arsyad M. Natsir, Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah, Mizan, Bandung, cet. I, 1989. Hilmi, Ahmad Kamal al-Din, al-Salajiqah fi al-Tarikh Wa al-Hadharat, Dar al-Buhus al-Ilmiyah, Kuwait, 1975. Hitti, Philip K., The Arabs A Short History, diterjemahkan oleh Ushuluddin Hutagalung, Dunia Arab, Sumur Bandung, Bandung, cet. III, t. th. Mattulada, A, Ilmu-Ilmu Kemasyaiaan (Humaniora) Tantangan, Harapan-harapan Dalam Pembangunan, UNHAS, 1991. Madjid, Nurcholish, Reaktualisasi Nilai-Nilai Kultural Dalam Proses Transformasi Masyarakat, Simposium nasional ICHI, Malang, 6-8 Desember 1990. Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Quran, Mizan, Bandung, cet. II, 1992. Dr.Ing.Fahmi Amhar . Fisikawan Islam Mendahului Zaman. 2009
Read More ->>

social network




anti copas

anti klik kanan

jam melayang

kursor

Batman Begins - Help Select
Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

cctc

Translate

Share It

testing

welcome